Thursday, October 10, 2013

Merathon Membuat Tubuh Jadi Tinggi

Banyak figur publik menyukai aktivitas lari maraton. Sebut saja aktris film Baywatch Pamela Anderson yang akan mengikuti 'City Marathon' di New York pada 3 November mendatang. Bintang berdada seksi ini ikut maraton sebagai bentuk sumbangsihnya mengumpulkan dana untuk korban gempa Haiti.

Lalu, di dalam negeri ada model dan aktris Sigi Wimala yang rutin latihan maraton bahkan mengikuti beberapa lomba. Belakangan, yang menjadi buah bibir di dunia maya adalah Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga penggemar lari maraton.
Ketiga publik figur penggemar maraton tersebut terbilang bertubuh tinggi. Di antaranya Pamela (170 cm) dan Sigi (175 cm).
Apakah aktivitas lari maraton mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan seseorang?
Dokter Emmanuel Ventri mengatakan, aktivitas maraton atau lari, berenang, skipping (lompat-lompat) merupakan aktivitas yang dapat merangsang pertumbuhan tulang dan otot. Khususnya perkembangan lempeng pertumbuhan (lempeng efifisis) di ujung tulang-tulang panjang.
Namun demikian, pertumbuhan tetap berpatokan pada usia. "Jika dilakukan pada usia rata-rata di bawah 21 tahun, di mana lempeng efifisis tulang panjang belum menutup dan hormon pertumbuhan tidak ada gangguan, lari maraton dapat membantu perkembangan tinggi seseorang," jelasnya.
Sebaliknya, lanjut dr Emmanuel Ventri, "Jika aktivitas tadi dilakukan di atas usia 21 tahun, sejauh apapun kita berlari maraton, tetap tidak bermakna (pada tinggi tubuh)."
Alumnus Universitas Atmajaya Jakarta ini menjelaskan, pertumbuhan tinggi badan manusia secara garis besar dipengaruhi beberapa faktor penting. Di antaranya:
1. Faktor ras dan genetik.
2. Faktor Nutrisi atau gizi
Nutrisi yang diperlukan di antaranya vitamin. "Vitamin merupakan bahan organik yang diperlukan untuk kehidupan dan pertumbuhan manusia," katanya.
Vitamin A, misalnya, berguna mendorong pertumbuhan tulang yang kuat. Selain itu, sebagai alat bantu dalam menjaga kulit, rambut, gigi dan gusi yang sehat, dan membantu membangun ketahanan terhadap infeksi.
"Untuk sumber vitamin A, kita bisa peroleh dari konsumsi hati, kuning telur, susu, margarin, wortel, sayuran hijau dan kuning, buah-buahan," jelasnya.
Sumber vitamin lain yang penting untuk pertumbuhan adalah vitamin B1, C, D, F, dan K. Sedangkan zat mineral yang diperlukan untuk membentuk sebagian besar tulang dan menambah tinggi badan adalah kalsium, krom, zat besi, magnesium, sodium, dan lainnya.
Protein juga mempengaruhi pertumbuhan. “Protein yang mengandung asam amino sangat diperlukan untuk membangun jaringan,” lanjut dr Emmanuel Ventri.
Untuk mendapatkan protein tinggi, kita bisa mengonsumsi makanan organ hewan seperti daging, unggas, makanan laut, telur, susu dan keju dengan takaran yang tepat.
3. Faktor Hormonal
Tinggi badan seseorang juga dipengaruhi HGH (Human Growth Hormone) atau hormon pertumbuhan manusia. Dalam bahasa ilmiah, HGH adalah hormon protein yang terdiri dari 191 asam amino yang disintesa dan dirembeskan oleh sel-sel yang disebut somatotrof di dalam anterior, yaitu kelenjar pituitary.
“HGH ini terus dikeluarkan oleh kelenjar pituitary sejak dari kita kecil. Sepanjang hidup tubuh kita akan memerlukannya untuk pertumbuhan tubuh, khususnya ketika kita masih anak-anak dapat membantu pertumbuhan tulang hingga usia 25 tahun,” tambahnya.
HGH juga berfungsi untuk memelihara kesehatan serta jaringan dan organ vital tubuh (jantung, hati, pankreas, limpa dan ginjal), mengaktifkan fungsi detoksifikasi (pembuangan racun dalam tubuh).
4. Faktor Usia
Pertumbuhan tinggi badan juga dipengaruhi usia. Pertumbuhan biasanya berhenti ketika lempeng efifisis menutup. Penutupan ini terjadi sekitar usia 16 tahun pada wanita atau 18 tahun pada pria. Tetapi, kadang-kadang pada sebagian orang, baru menutup pada usia sekitar 20-21 tahun.
Lalu bagaimana dengan orang yang punya keturunan pendek tapi ingin memiliki tinggi tubuh ideal?
“Orang dengan keturunan pendek dapat memperbaikinya melalui asupan nutrisi atau gizi yang baik sebagai dasar pembentukan asam amino dan bahan pendukung pertumbuhan jaringan apapun termasuk tulang,” tandas dr Emmanuel Ventri.

No comments:

Post a Comment